Akan Jadi Kenangan
Setiap hari menghitung hari demi hari yang berlalu begitu cepatnya. Waktu tak memberikan cukup kehati-hatian pada setiap mahluk hidup. Ketika engkau lengah, ia akan mencabik-cabik engkau dengan sangat kejam. Sejak dulu aku tahu masa-masa seperti ini akan datang, tapi entah kenapa setiap antisipasi tidaklah berguna. Jadi aku membiarkannya terbendung begitu saja. Setiap masa pasti berlalu, itulah yang kupelajari dari setiap sejarah yang ada. Tetapi aku tidak menyangka harus membuat sejarahku sendiri. Sejarah yang hanya orang-orang disekitarku yang mengetahuinya. Aku sering berlarut dalam kesedihan, sampai-sampai di masa yang seharusnya membuatku bahagia malah dikalahkan oleh rasa cemas akan datangnya kesedihan lagi. Bukan tidak percaya pada Tuhan, terkadang memang aku sering merasa khawatir akan masa depanku. Skenario buruk yang sering terlintas di pikiranku dimana suatu saat nanti keluargaku akan meninggalkanku sendiri. Selalu terlintas ketika aku menikmati momen-momen bersama keluargaku. Seperti menonton film bersama, makan malam keluarga, senda gurau yang membuat suasana hangat. Aku takut suatu saat aku tak lagi bisa menikmati momen itu. Aku takut suatu saat itu semua hanya akan menjadi sebuah memori. Dimana setiap malam aku hanya bisa menangis mengingat semua kenangan itu. Aku rindu mati-matian ibu dan ayahku. Mungkin hubungan yang rapuh diantara kedua saudariku. Aku tidak ingin mereka berubah. Aku tidak ingin mereka melihatku sebagai orang lain. Aku ingin terus bersaudara dengan mereka, meskipun mungkin mereka akan punya keluarga sendiri. Aku ingin berkumpul bersama dan membicarakan semua kenangan yang kita jalani dulu. Kehangatan masa kecil. Dirawat dan dijaga oleh kedua orang tua yang baik. Membeli perlengkapan sekolah dan seragam. Berkumpul bersama untuk sekian kalinya sampai semua menjadi memori indah.



Komentar