Mengejar Kehidupan
Kehidupan berjalan sebagaimana semestinya. Ketika dunia tidak mau berhenti sekian kalinya untuk orang-orang yang menginginkannya. Waktu begitu kejam, seperti pisau belati yang siap kapan saja menikam seseorang. Aku tidak tahu kehidupanku akan mengarah kemana. Hanya bisa berdoa dan berharap Tuhan terus menjaga setiap langkahku. Tuhan pasti memberikan pilihan terbaik bagi hambanya. Dia sang penunjuk jalan di tengah lembah kekelaman. Dia memberikan kehidupan yang layak bagi setiap mahluk ciptaannya. Tidak menggurui, hanya saja sedang di fase mempertanyakan apa tujuan sebenarnya manusia diciptakan. Lahir dan mati, siklus kehidupan. Membayar pajak? membeli barang agar bahagia? atau mendapatkan pekerjaan yang diinginkan? apa itu semua standar kebahagiaan? setelah menonton film Into the wild aku mendapatkan sesuatu pelajaran yang berharga. Dimana ketika kau menginginkan sesuatu, kejar dan capailah. Ketika orang-orang berusaha untuk menjadi terlihat, sedangkan aku berusaha untuk mengilang. Menikmati kelahiranmu di bumi. Aku adalah salah satu saksi sejarah yang tak akan pernah diceritakan dimanapun. Sama seperti manusia lainnya, setelah aku mati namaku akan dilupakan. Aku adalah satu dari miliaran manusia yang pernah lahir di bumi. Nafas pertama dan tangisan pertama. Lahir dari rahim ibu dan akan menghembuskan nafas terakhir, Seperti Mahatma Gandhi berkata orang-orang tertawa dan bahagia ketika engkau lahir dan menagis, begitupun engkau tersenyum ketika wafat dan orang-orang menangis. Begitulah siklus kehidupan, ada awal dan akhir. Kenapa orang-orang begitu ambisius mengejar dunia ini? Tidakkah sedikit saja mensyukuri kehidupan ini.



Komentar